Wednesday, August 20, 2008

KPI Nyatakan Empat Tayangan TV Bermasalah

Aku posting di blog tentang KPI Nyatakan Empat Tayangan TV Bermasalah
sebenarnya aku jarang liad tayangan dibawah yg disebutin.
Naruto.. sejak awal aku tau dari adik bungsuku aku dah ga respek..
itu kejadian pas aku pulang ke rumah tahun kmaren,
adik bungsuku pulang juga, aku sempat nanya ke dia,sambil translate indonesia bawahnya,karena pengunjung blogku ini dari mana-mana

"Le (dia panggilannya Tole), opo kui koq paten-patenan?"
(*Le,itu apa koq bunuh-bunuhan?)
"Iku nggo nglatih ilmune mbak,bhen kuat,carane yo kabeh ditantangi"
(itu buat latih ilmunya mbak,biar kuat,caranya semua ditantang)
"Nyapo koq ndadak dipateni?emange ra iso to lek ra dipateni"
(kenapa koq dibunuh segala?emangnya ga bisa apa kalau ga dibunuh?)
"Yo ngunu mbak,bhen iso dibuktek ne lek de'e paling kuat"
(ya gitu mbak,biar bisa dibuktikan dia yang paling kuat)
"Lek ngunu ga apik tontonanmu kuwi Le,mosok bapak, ibuk, mbah e, tonggone sak kampung, dulur-dulure dipateni kabeh?"
(kalau gitu ga bagus tontonanmu itu Le, masa' bapak, ibu, kakek nenek, tetangga sekampung, saudaranya juga dibunuh semua)
"(sambil ketawa) Lha ancene ngunu mbak, kan bhen ra onok sing nyaingi ilmune"
(Memang gitu mbak, biar ga ada yang nyaingi ilmunya)
"Ojo mbok tonton Le,elek kui, wong kartun biasane sing nonton cah cilik,gek diajari mateni bapak ibuk e, dadi opo donyane"
(jangan dilihat Le, itu kan film kartun buat anak kecil, trus diajari bunuh bapak ibunya, mau jadi apa dunia)
"halah mbak, wong aku jarang nonton kartun (dia di asrama)"
"ora ngunu Le, lha kowe opo arep melu mateni bapak ibumu lek pengen paling kuat?"
(bukan gitu Le, apa kamu mau ikutan bunuh bapak ibumu kalo pengen jadi paling kuat?)
"yo nggak mbak,kui kan tontonan"

begitu percakapan aku dengan adikku ,
tontonannya mengisahkan kakaknya naruto yang bunuh smua orang di kampungnya,termasuk keluarganya,
narutonya selamat karena dia lagi sekolah
bayangin.. adegannya ada loo.. dia nebas pake samurai, leher orang putus..
coba kalau anak-anak kecil yang lihat.. gimana coba..
duh..

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengumumkan empat tayangan stasiun TV bermasalah, sebagai hasil pemantauan tim panelis KPI pada periode Juni 2008 yang dikhususkan pada tayangan anak dan remaja.

"Judul tayangan bermasalah itu adalah Bleach di Indosiar, Cerita SMA di RCTI, Detective Conan di Indosiar, dan Naruto di Global TV dan Indosiar," kata Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat, Yuzirwan Uyun dalam jumpa pers sosialisasi hasil pemantauan periode Juni 2008 di kantor KPI Jakarta, Selasa.

Yazirwan mengatakan, keempat tayangan tersebut dinilai oleh tim panelis yang diketuai oleh tokoh pendidikan Arief Rahman, melanggar UU Penyiaran No.32 /2002 dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Tim Panelis yang terdiri dari Arief Rahman (Ketua), Dedy Nur Hidayat (Wakil Ketua), Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto , Razaini Taher dan dibantu 11 orang analis, telah memantau 84 judul tayangan dari 316 episode yang disiarkan oleh sembilan stasiun TV nasional (Indosiar, SCTV, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, TransTV dan Trans7).

Yazirwan mengatakan, pemantauan yang dilakukan 14-29 Juni 2008 kali ini difokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan titik berat pada perlindungan terhadap anak dan remaja dengan tiga jenis tayangan yang dipantau yaitu film animasi, sinetron dan variety show.

Pada kesempatan tersebut, anggota tim panelis KPI, Nina Armando mengatakan tayangan animasi Bleach di Indosiar setiap Minggu pukul 11.00 ini dinilai tidak cocok untuk anak karena menampilkan cerita dunia mistis dan penuh kekerasan yang ditampilkan secara ekspresif.

"Tayangan itu tidak pantas ditampilkan pada jam tayang pagi hari libur, tidak menampilkan klasifikasi acara. Seharusnya dipindahkan jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R (Remaja) dan BO (Bimbingan Orang tua) sekaligus," jelas Nina.

Sedangkan sinetron Cerita SMA di RCTI yang ditayangkan setiap hari pukul 19.00, dinilai melanggar peraturan karena ada adegan yang menampilkan secara close up alat kelamin pemeran anak laki-laki, dan tidak memerhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.

"Tayangan ini banyak menampilkan tokoh pemain anak-anak dalam setting yang tidak pas, banyak menampilkan pelecehan terhadap orang, terutama yang bertubuh gemuk, dan tidak mencantumkan klasifikasi acara," jelas Nina.

Sementara, film animasi Detective Conan di Indosiar yang diputar setiap hari Minggu pukul 08.30 menampilkan cerita yang tidak tepat bagi anak, dan hampir pada setiap episode menampilkan secara detil tentang rekonstruksi pembunuhan.

"Acara ini tidak tepat dikategorikan sebagai film anak, tidak menampilkan klasifikasi acara dan seharusnya dipindah ke jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R dan BO sekaligus," kata Nina.

Sedangkan, film animasi Naruto di Indosiar dan Global TV menampilkan kekerasan secara ekspresif baik bersifat fisik maupun mistis yang terkadang disertai darah.

Nina mengatakan, Naruto ini juga tidak tepat dikategorikan sebagai film anak, tidak menampilkan klasifikasi acara dan seharusnya dipindah ke jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R dan BO sekaligus. Sementara itu, hasil evaluasi secara umum tayangan TV yang dipantau oleh tim panelis, Nina menjelaskan banyaknya acara yang tidak dicantumkan klasifikasi acara berdasarkan usia kalayak penonton, banyak film animasi yang memuat materi tidak sesuai untuk anak misalnya memuat kekerasan.

"Adanya tampilan yang tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan, ada adegan-adegan yang melibatkan anak dalam setting yang tidak pantas dan ada acara yang menampilkan pelecehan terhadap orang lain," kata Nina.

Dia menjelaskan periode pemantauan KPI pada Juni 2008 ini lebih memfokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan pertimbangan anak dan remaja yang sering mengkonsumsi tayangan TV, serta anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rentan terpengaruh TV.

Sementara itu Arief Rahman mengatakan, tayangan kartun Tom and Jerry dan Popeye juga perlu diwaspadai karena adanya tayangan yang tidak pantas dilihat anak-anak.

Arief memperingatkan orangtua agar ikut menemani anak menonton film kartun karena tidak semua film kartun tersebut pantas ditonton oleh anak-anak.

[TMA, Ant]
http://gatra.com/artikel.php?id=117614